Beranda > Fisika Kesehatan > Buta Warna

Buta Warna

Sesaat saya  menuliskan judul postingan ini, disebelah saya langsung berkomentar : Lho kok biologi lagi Pak, kalau bisa yang fisika saja biar sesuai dengan karakteristik blognya. Saya tetap asyik dengan membiarkan komentar di sebelah saya lewat,  sebenarnya saya ingin menjawab, tapi biarlah saya selesaikan dulu tulisannya. Tetapi paling tidak kata-kata temanku  membuat inspirtasi baru saat itu, sehingga pikiran saya juga langsung bekerja menanggapinya,… Ya akhirnya tanpa berkata sepatahkatapun pada teman yang comment, saya langsung berubah pikiran untuk menuliskan tentang buta warna (judulnya tetap) tetapi yang berhubungan dengan teori fisikanya.

Apa itu Buta Warna ?

Buta warna merupakan kelainan atau gangguan seseorang dalam melilhat warna.

Mengapa bisa terjadi buta warna ?

Karena retina penangkap cahaya tidak dapat menangkap panjang gelombang warna tertentu sehingga ia sulit membaca atau membedakan warna. Persepsi warna merupakan respon otak atas stimulus yang diterima oleh retina.

Apa yanng menyebabkan Buta warna

Selama ini baru diketahui bahwa buta warna  disebabkan karena faktor genetik. Ada kemungkinan, orang tua atau pendahulunya yang menderita buta warna dapat turun pada anak-anaknya.  Buta warna turunan terjadi akibat kurang atau tidak adanya sel konus. Fungsi sel ini adalah ‘menangkap” warna. Ada tiga jenis sel konus, yaitu yang sensitif terhadap warna merah, hijau, dan biru. Warna yang kita lihat merupakan perbaduan dari ketiganya.

Jika hanya satu atau dua jenis sel konus yang jumlahnya kurang atau tidak ada, disebut buta warna sebagian. Artinya, penderita masih mampu melihat warna tertentu. Sedangkan jika ketiganya tidak ada atau tidak berfungsi sama sekali, maka penderita akan melihat dunia ini hitam, putih, dan abu-abu. Jenis yang terakhir ini dinamakan buta warna total.

Jadi, untuk dapat membedakan warna dibutuhkan minimal dua sel  konus, sedangkan untuk penglihatan warna normal dibutuhkan ketiganya. Bila ditinjau dari sisi biologi Buta warna ini berkaitan dengan gen X resesif, jadi diturunkan oleh ibu (tidak harus mengalami buta warna, karena gen bersifat resesif) kepada anak laki-lakinya. Pada seseorang dengan buta warna parsial, dapat mengalami defek pada sel kerucut merah ataupun hijau sehingga tidak dapat mempersepsi warna tersebut dan turunannya, juga sulit membedakannya.

Lebih banyak mana, Laki-laki atau Perempuan buta warna ?

Buta warna lebih sering terjadi pada seseorang berjenis kelamin lelaki dibandingkan perempuan. Sebanyak 99% seorang buta warna tidak mampu membedakan antara warna hijau dan merah. Juga ditemukan kasus penderita yang tak bisa mengenali perbedaan antara warna merah dan hijau. Secara pasti jumlah penderita buta warna belum diketahui,  akan tetapi sebuah penelitian menyebutkan sebesar 8 -12% lelaki Eropa adalah pengidap buta warna. Sementara persentase perempuan Eropa yang buta warna adalah 0,5 -1%. Tingkat buta warna di benua lain tentu bervariasi.

Bagaimana Cara menyembuhkan buta warna ?

Sampai saat ini, belum ditemukan cara untuk menyembuhkan buta warna. Belum ada cara untuk mengobati buta warna, karena ia bukan penyakit melainkan cacat mata. Bisa jadi seorang buta warna akan merasa tersiksa dengan keadaan ini, karena Sebagian perusahaan menetapkan syarat bahwa pekerjanya tidak bisa dilakukan oleh penderita buta warna.

Solusi apa  yang baik untuk membantu penderita buta warna ?

  1. Menggunakan kacamata lensa warna. Tujuannya, agar penderita dapat membedakan warna dengan lebih mudah. Cara ini terbuktif efektif pada beberapa penderita.
  2. Menggunakan kacamata dengan lensa yang dapat mengurangi cahaya silau. Biasanya penderita buta warna dapat membedakan warna lebih jelas jika cahaya tidak terlalu terang atau menyilaukan.
  3. Jika tidak dapat melihat warna sama sekali (buta warna total), penderita dianjurkan menggunakan kacamata lensa gelap dan mempunyai pelindung cahaya pada sisinya. Suasana lebih gelap diperlukan karena sel rod, yaitu sel yang hanya bisa membedakan warna hitam, putih, dan abu-abu, bekerja dengan lebih baik pada kondisi cahaya yang suram.

Bagaimana cara menguji seseorang menderita buta warna atau tidak ?

Dilakukan tes Ishihara. Tes Ishihara adalah tes buta warna yang dikembangkan oleh Dr. Shinobu Ishihara. Tes ini pertama kali dipublikasi pada tahun 1917 di Jepang. Sejak saat itu, tes ini terus digunakan di seluruh dunia, sampai sekarang.

Tes buta warna Ishihara terdiri dari lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran. Titik berwarna tersebut disusun sehingga membentuk lingkaran. Warna titik itu dibuat sedemikian rupa sehingga orang buta warna tidak akan melihat perbedaan warna seperti yang dilihat orang normal (pseudo-isochromaticism).

Pada orang normal, di dalam lingkaran akan tampak angka atau garis tertentu. Tetapi pada orang buta warna, yang tampak pada lingkaran akan berbeda seperti yang dilihat oleh orang normal.

Tes Ishihara biasanya dilengkapi oleh kunci jawaban untuk setiap lembarnya. Hasil tes seseorang akan dibandingkan dengan kunci jawaban tersebut. Dari sini dapat ditentukan apakah seseorang normal atau buta warna.

Apakah anda yakin bahwa mata anda tidak buta warna?

Jika anda merasa kurang yakin apakah anda buta warna atau tidak, anda dapat menguji dengan melihat tes buta warna ala Ishihara. Dengan tes ishihara anda dapat mengetahui apakah buta warna atau tidak. Kadang sesorang bisa membedakan warna dengan sempurna tetapi sebagian orang mengalami buta warna parsial pada warna-warna tertentu dan sedikit orang yang mengalami buta warna total. Untuk memastikan hal ini tidak ada salahnya jika anda mengecek mata anda dengan test ala ishihara ini. Semoga dengan tes ini anda bisa yakin bahwa anda tidak buta warna.

Screenshot di samping adalah tes uji buta warna yang saya buat dengan menggunakan macromedia flash MX, dengan sumber gambar saya unduh dari beberapa sumber di internet.

Untuk memainkan, klik gambar di samping, setelah itu tekan tombol mulai.  Jumlah soal seluruhnya ada 15, dan akan dirandom.

Ketik Angka yang terbaca pada lingkaran, kemudian tekan enter. atau klik next

Selamat Mencoba !

Sumber :

http://my.opera.com/alexandervean/blog/show.dml/4422495

http://bowo.staff.fkip.uns.ac.id/2008/12/10/tes-buta-warna-dengan-ishihara/

http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog&show=cobalah-tes-buta-warna-sederhana.html&Itemid=314

Kategori:Fisika Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: