Beranda > Media Pembelajaran > Mengenal Indera Pendengaran

Mengenal Indera Pendengaran

Haloo adik-adik, Salam sejahtera dan jumpa kembali dengan kang guru, seperti janji kang guru,  kali ini kang guru ingin mengajak adik-adik untuk mengetahui lebih dalam tentang indera pendengaran yaitu telinga.

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang meliputi 3 bagian yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian luar dan tengah berperan penting dalam pengumpulan serta pengiriman suara. Sedangkan telinga bagian dalam memiliki mekanisme agar tubuh tetap seimbang dan bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Melalui lubang telinga, suara yang masuk akan menggetarkan selaput kaca pendengaran dalam rongga telinga. Getaran ini akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran sampai ke tulang sanggurdi. Cairan dalam rumah siput (cochlea) pun ikut bergetar. Gerakan cairan ini membuat sel-sel rambut terangsang.

Rangsangan inilah yang ditangkap saraf pendengaran yang akhirnya diteruskan ke otak. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20 – 20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).

Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri.

Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali.

Berdasarkan pengamatan dari Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKt), kemungkinan adanya resiko gangguan pendengaran pada usia-usia yang lebih muda disebabkan karena ketidaktahuan dalam memelihara kesehatan telinga.

Dengan banyaknya tempat permainan anak-anak (seperti time zone atau fun stations), dilakukan pengukuran derajat kebisingan, ditemukan bahwa ternyata kebisingan di tempat ini berkisar antara 80 – 90 dB, dimana jika kebisingan antara 85 – 90 dB dapat menyebabkan resiko ketulian (apabila terpapar kebisingan untuk jangka waktu tertentu).

Dengan kemajuan teknologi untuk mendengarkan musik (seperti ipod, mp3, dll ), dengan memakai headset (handsfree), tanpa kontrol terhadap suara musik dan lamanya pemakaian, hal tersebut dapat beresiko terhadap pendengaran kita di kemudian hari.

Ambang batas pendengaran kita menerima bunyi mempunyai batas, makin tinggi derajat kebisingan maka waktu aman bagi pendengaran juga makin sedikit (seperti pada kebisingan 85 db hanya boleh selama 8 jam per hari, 90 dB selama 2 jam, kebisingan 95 dB selama 45 menit, 100 dB hanya boleh selama 15 menit).

Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa kemampuan telinga kita untuk mendengar itu ada batasanya.

Nah, adik-adik oleh karena itu jangan sembarangan dan suka iseng untuk membersihkan telinga tanpa sepengetahuan Bapak/Ibu. Bila ada keluhan segeralah ke dokter.

Untuk itu,  Yuk kita langsung saja mempelajari tentang anatomi telinga kita,….

(mohon maaf untuk yang koneksi internetnya lemaout untuk sabar menunggu munculnya media)

Untuk download, Klik Disini

Sumber materi dan gambar :
1. Buku Sekolah Elektronik Depdiknas
2. Kamus Visual Indonesia – Inggris
3. Teguh Sasmito, Fisika Pendengaran untuk Mahasiswa Keperawatan, 2009

  1. Oktober 8, 2012 pukul 1:33 pm

    kak boleh didownload kak

  2. Desember 8, 2011 pukul 1:55 am

    terima kasih gan…
    informasi yg sangat bermanfaat.

  3. Budi Muhammad Natsir
    September 20, 2010 pukul 1:46 pm

    Bpk Guru dan teman-teman,
    Allah telah menganugerahkan bagi kita penglihatan, pendengaran dan hati, dan semua itu akan diminta pertanggunganjawabnya. Karena itu kita harus dapat mempergunakannya dan menjaganya dengan baik.

    saya suka dengan pembahasan alat indra ini, khususnya penglihatan dan pendengaran. semoga tulisan saya berikut dapat melengkapi:
    http://perhatikanlah.wordpress.com/2010/09/08/allah-mencabut-pendengaran-dan-penglihatan-serta-menutup-hati-orang-orang-kafir/

    salam selalu
    bud

  4. September 2, 2010 pukul 9:49 am

    Om guru, saya paliiing inget tuh sama yang namanya tulang sanggurdi, martil dan landasan juga rumah siput.. seriing banget keluar waktu ulangan dulu..🙂

    • September 2, 2010 pukul 10:13 am

      hehe,….memang Pak guru kita dulu senangnya tiga tulang sama rumah siput kali ya…

  5. Agustus 30, 2010 pukul 3:53 pm

    sukran pak guru..maaf lambat balak komen ya

  6. Agustus 30, 2010 pukul 10:40 am

    hehehe … belajar sore2 …
    nyaman juga …

    salam akrab, pak guru …
    tetap berbagi ilmu ya …
    walaupun denuzz udah mahasiswa … tapi denuzz tetap berkenan belajar dari apa yang bapak suguhkan secara apik di blog ini …

    • Agustus 30, 2010 pukul 11:34 am

      Terima kasih denuzz, mudah-mudahan bisa direkomendasikan kepada adik-adik kita yang masih duduk di sekolah dasar atau smp, agar senang belajar melalui bermain.

  7. Agustus 29, 2010 pukul 10:35 pm

    Saya sering menderita penyakit limbung (terganggu keseimbangan), kata Dokter ini akibat dari kebiasaan buruk saya yang suka mengorek kuping secara sembarangan.
    Terima kasih atas infonya.

  8. Agustus 29, 2010 pukul 2:33 pm

    wah.. Pak Guru ngajar bidang studi apa yaa

    • Agustus 29, 2010 pukul 2:59 pm

      Wah, maaf ya mbak kalau isi postingannya amburadul ada yang biologi, ada yang ips, matematika, dll. Saya cuma ingin mengajak adik-adik yang di SD agar menyukai materi pembelajaran tanpa beban sehingga saya coba dengan media pembelajaran meskipun baru sederhana yang bisa saya buat. Biasanya saya sebut sebagai Play and Learn , nartinya belajar sambil bermain, kalau saya sendiri sih ngajarnya bidanng studi Fisika di SMA mbak. Sory kalau gak sesuai.

    • Maret 10, 2013 pukul 8:52 pm

      MAAF SAYA HANYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA ANDA YANG PENGGILAH TOGEL KALAU , AWALNYA ITU SAYA CUMA PENJUAL KERUPUK KELILIN YANG PENDAPATANNYA TIDAK SEBERAPA., SAYA PUNYA TIGA,ANAK DAN HUTAN KAMI PUN TAMBAH MENUMPUK, ANAK JUGA BUTUH BIAYA SEKOLAH,DAN AKHIRNYA SAYA DIPERTEMUKAN DENGAN NOMOR HP MBAH JENGGOT , DAN MENCERITAKAN SEMUANYA,AKHIRNYA SAYA DI KASIH ANGKA GHOIB 4D, YAITU [3327 ] ALHAMDULILLAH ITU PUN TEMBUS,DAN DENGAN ADANYA BANTUAN DARI MBAH JENGGOT , SEMUA HUTANG SAHUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARANG INI SAYA SUDAH BUKA USAHA SENDIRI!!! INI KISAH NYATA DARI SAYA DAN SILAHKAN ANDA BUKTIKAN. SENDIRI,BAGI YANG BERMINAT HUB MBAH JENGGOT DI NOMOR INI ; 082-333-999-868

  9. Agustus 29, 2010 pukul 9:50 am

    Baca dulu ahh😀

  10. Agustus 29, 2010 pukul 8:58 am

    Kunjungan balik nih pak guru…🙂 link saya pasang di blogroll..🙂

  11. Agustus 29, 2010 pukul 8:24 am

    wah ia nih pak … koneksi di Ampah .. lemot sekali … heee …
    Pak Guru memang TOP BGT …

    Salam dari Kalimantan Tengah.

    • Agustus 29, 2010 pukul 8:52 am

      Salam Persahabatn kembali dari Pekalongan,….untuk koneksi lemout mungkin lagi ada makhluk UFO menghalangi ya Pak,..hehe

  12. اسوب سوبرييادي
    Agustus 29, 2010 pukul 6:42 am

    Assalaamu’alaikum

    Pak, anatomi pernapasan manusia udah ada belum?

    Terukanlah, Pak. Keep Spirit!

    • Agustus 29, 2010 pukul 7:15 am

      Baik Ustadz, tunggu saja nanti pada sesi Sistem Organ manusia,….

  13. Abdul Malik Sholihin
    Agustus 29, 2010 pukul 5:16 am

    Penambah pengetahuan yang bermanfaat…salam kenal…

    • Agustus 29, 2010 pukul 5:45 am

      Salam persahabatan kembali dari Pekalongan,…semoga kita bisa saling berbagi informasi

  14. Agustus 28, 2010 pukul 11:26 pm

    Terima kasih paparannya Pak Teguh, seperti sedang belajar di SMA dulu nih:)

  15. munir ardi wp
    Agustus 28, 2010 pukul 10:03 pm

    sangat bagus blognya pak dikerjakan dengan serius sekali , saya juga guru tapi ngeblog ya nulis seadanya saja, saya akan bkin blog seperti ini juga

    • Agustus 29, 2010 pukul 4:47 am

      Terima kasih pak telah berkunjung, Blog Bapak juga sudah bagus lho pak, kalau sobat-sobat bloger bilang yang penting konsisten.

  16. Agustus 28, 2010 pukul 4:29 pm

    Badhe nderek sinau Pak…
    Salam kenal!

  17. Agustus 28, 2010 pukul 3:45 pm

    wah asyik belajar sama kang guru

    • Agustus 28, 2010 pukul 5:15 pm

      Lebih Asyik tentu saja kalau kita banyak teman,….semoga kita bisa share ilmunya

  18. Agustus 28, 2010 pukul 3:16 pm

    Terimakasih Kang Guru…
    Sukses selalu

  19. Agustus 28, 2010 pukul 12:59 pm

    Terima kasih pak atas tulisan yang inpiratif ini, walaupun kesannya sederhana, tapi banyak makna jika kita mampu mencermatinya baik2….

    • Agustus 28, 2010 pukul 2:24 pm

      Terima kasih apresiasinya Pak, semoga hal yang sederhana ini ada manfaatnya pula

  20. Agustus 28, 2010 pukul 12:47 pm

    wah..bapak guru juga ngeblog??keren..
    ini namanya ICT bener2 diimplementasikan untuk keperluan pendidikan. saya dukung dan semoga sukses selalu..🙂

    salam kenal:
    http://blog.beswandjarum.com/annisadwianggraini

    • Agustus 28, 2010 pukul 5:24 pm

      Terima kasih atas dukungannya, semoga bisa bermanfaat untuk dunia pendidikan mbak

  21. Agustus 28, 2010 pukul 10:37 am

    Terima kasih atas media pembelajarannya Pak Teguh,komplit dan sangat informatif. Salam hangat.

  22. Agustus 28, 2010 pukul 10:18 am

    Assalaamu’alaikum pak, info bagus sekali utk saya yg ga tau pasal sains🙂. ada satu pertanyaan, adakah baik utk kesihatan telinga kita sekiranya menggunakan putik kapas utk mengeluarkan kotoran didalamnya? terima kasih kembali atas jawabannya

    • Agustus 28, 2010 pukul 10:32 am

      Yang penting Cara Penggunaanya Mama,
      Cara yang benar membersihkan kotoran telinga (serumen atau wax) yakni dengan cara sekali usapan dan searah. Bila kita membersihkan dengan cara dikorek (dengan arah yang tidak teratur) justru mendorong kotoran telinga lebih dalam. Dan bila kotoran sudah ke arah dalam akan susah untuk dibersihkan. Lama-lama kotoran tersebut akan mengeras dan menumpuk lebih banyak (karena susah dibersihkan). Pada akhirnya, serumen tersebut akan menutupi liang telinga (dinamakan serumen prop) dan apa yang terjadi?
      Telinga terasa penuh, pendengaran berkurang dan kadang ada yang merasa nyeri.
      Kemudian dalam membersihkan jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam kira-kira cukup 0, 5 cm dari lubang telinga.karena yang memproduksi serumen/kotoran telinga adalah di meatus auditorius externus (liang telinga luar).
      Jadi tidak perlu dalam-dalam. Alasan lain adalah, karena serumen secara fisiologis dapat “hilang” dengan sedirinya.
      Ketika kita mengunyah makanan atau menguap, serumen akan terdorong ke liang telinga lebih luar dan akan menguap dengan sendirinya.
      Terima kasih telah berkunjung kembali Mama, salam dari Indonesia.

      • Agustus 28, 2010 pukul 10:39 am

        terima kasih kembali pak, bagaimana dgn mereka yg menghidap penyakit telinga?. maksud saya yg mengeluarkan seperti cecair bernanah di telinga?.. ini berlaku pada anak jiran saya…. udah byk langkah diambil tapi solusinya masih juga gagal diperolehi, walau dgn cara sains sekalipun.. ada cadangan pak?

    • Agustus 28, 2010 pukul 10:49 am

      Wah, kalau yang ini urusan dokter Mama, Jadi sebaiknya periksakan ke dokter saja. Kemungikinan menderita otitis media suppurativa Mama, yaitu infeksi pada telinga bagian tengah, yang mengeluarkan cairan (nanah, penyakit ini merupakan komplikasi dari infeksi saluran napas atas (ISPA), yang menyebabkan menutupnya lubang hawa yang menghubungkan telinga tengah dengan mulut, akibatnya telinga tengah pengap yg menimbulkan penumpukan cairan yg menyebabkan tumbuh & berkembangnya bakteri di telinga tengah tersebut.
      Sekali lagi Mama, sebaiknya diperiksanakan ke dokter ahlinya.

  23. Agustus 28, 2010 pukul 8:21 am

    waahhh… terimakasih banyak pak, aku salut bapak teguh selalu konsisten apa yang dikatakan sebelumnya, aku baru mengerti tentang penyebab bakteri yang ada ditelinga

    • Agustus 28, 2010 pukul 9:47 am

      Wah Terima kasih Ki Wowos sempat datang lagi,..terus terang Ki, saya jadi merinding bila melihat baju kebesaran Ki Wowos Lho sebagai dalang. Salut Ki, betul-betul membanggakan..

  24. Agustus 28, 2010 pukul 4:37 am

    pak, katanya kalau sering dengar dengan headset bikin bakteri di telinga tumbuh. apa bener?

    • Agustus 28, 2010 pukul 5:00 am

      Pemakaian earphone meningkatkan kelembapan, daerah yang lembab biasanya mudah ditumbuhi bakteri. Jadi kalau telinga lembab maka di telinga menjadi ladang pertumbuhan bakteri …, tapi bukan berarti tidak boleh pakai headset lho ! Yang penting hindari suara musik yang terlalu keras, dan jangan lupa beberapa menit setelah dipakai dilepas dulu, lalu dipakai lagi dan seterusnya.

  25. Agustus 27, 2010 pukul 10:00 pm

    tulisannya sangat informatif, detil, dan lengkap, pak teguh. media ini pasti akan sangat banyak membantu rekan2 guru dalam menjelaskan materi ini. lebih konkret dan nyata.

    • Agustus 27, 2010 pukul 10:08 pm

      Terima kasih apresiasinya Bapak, semoga hal yang sedikit ini ada manfaatnya

  26. Agustus 27, 2010 pukul 2:36 pm

    Saya cuman ikut dengar saja, belum bisa ikutan kasih komeng:mrgreen:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Agustus 27, 2010 pukul 3:11 pm

      Memang telinga fungsinya kan buat dengerin Pak, haha

  27. Budi Muhammad Natsir
    Agustus 27, 2010 pukul 1:40 pm

    Masya Allah, seperti penglihatan, pendengaran sangat penting bagi kita. karena itu mempelajari tentang anatomi telinga sangat penting. kita tahu, banyak orang Tidak bisa mendengar, seperti saat mendengar bacaan al-Quran. padahal mereka punya telinga. Seolah-olah dalam telinga mereka itu ada yang sumbatan.
    @ BPak Guru
    salam selalu. salam juga untuk teman-teman yang ada disini

    • Agustus 27, 2010 pukul 1:54 pm

      Salam kembali pak buat teman teman, semoga dalam keadan sehat dan selalu diberikan kemudahan, harapan saya dengan mempelajari ini anak-anak kita menjadi anak yang pandai bersyukur ya Pak.

  28. Agustus 27, 2010 pukul 1:25 pm

    OOT, Mas Teguh, suatu saat sepertinya bisa dikumpulkan dan digabung dalam bentuk CD.

    Lagi-lagi hanya bisa download.

    • Agustus 27, 2010 pukul 1:55 pm

      Insya allah Pak, kalau memang menghendaki dalam satu paket CD, dengan senang hati akan saya kirim.

  29. Agustus 27, 2010 pukul 12:21 pm

    halooo kawan blogger ^_^
    apa kabar??
    hohoho… pelangi datang mengunjungi blog kamuu ^^

    yuukk, mampir ke blog pelangiii…
    jangan lupa baca artikel yang satu ini ya, dan komentari ^_^

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    soalnya pelangi lagi ikutan lomba ^^
    mohon doanya yaaa =)

    salam
    pelangiituaku

    • Agustus 27, 2010 pukul 1:56 pm

      Semoga sukses, salam hangat dari Bloger Pekalongan

  30. Agustus 27, 2010 pukul 12:02 pm

    info yg bagus pak guru
    makasih bnyk nih
    krna memang telinga adalah indra yg maha pnting buat manusia

  31. Agustus 27, 2010 pukul 7:26 am

    ayo bersikan Kuping setiap hari!!!

    • Agustus 27, 2010 pukul 10:02 am

      Ayo,…Tapi jangan setiap hari dong,…nanti malah tambah rusak.

  32. Agustus 27, 2010 pukul 7:05 am

    saya tunggu tulisannya lagi Pak guru,..

  33. Agustus 27, 2010 pukul 6:49 am

    telinga itu sepertinya panaca indra yang paling sensitif ya,
    salah2 bersih2 aja udah buat telinga sakit

    • Agustus 27, 2010 pukul 10:01 am

      Hampir semua pancaindera kita sensitif sekali Bu, maka perlu perhatian yanng serius dan tidak menyepelekan hal sekecil apapun yang mengganggunya.

  34. Agustus 27, 2010 pukul 6:34 am

    banyak orang yag menyepelekan hal-hal kecil ketika membersihkan kuping ya Pak

  35. Agustus 27, 2010 pukul 5:38 am

    klu bersihin kuping dengan pembersih yg biasa kita pakai ntu gmn kang..??
    ada efeknya gak..??

    • Agustus 27, 2010 pukul 5:49 am

      Ya, asal hati-hati saja jangan sampai terlalu dalam, syukur-syukur dilapisi minyak agar kotoran yang menggumpal mudah keluar.

  36. Agustus 27, 2010 pukul 5:11 am

    pemaparan yg lengkap ini, mengingatkan pentingnya mengenal, menjaga pendenagaran.
    BTW, kang guru dosen mhs akper juga ya, ada karangan bukunya yg bagus sekali untuk mhs. Salam dari Kendari🙂

    • Agustus 27, 2010 pukul 5:51 am

      Iya Bli,…tapi saya lebih senang dengan pendidikan setingkat anak SD lho Bli, mengasyikkan gitu.

  37. Agustus 27, 2010 pukul 4:55 am

    Entah mengapa artikel saya yang keluar besok kok menyangkut telinga juga yach ? mungkin kita sehati, hee, kali ini sy kena komplain dari putri saya, kok bapak terus yang internetan giliran sy dan teman-teman kapan pak ? mau jawab soal Kang Guru katanya, mentang-mentang baru internet gaya dia sekarang Kang Guru:(

    • Agustus 27, 2010 pukul 4:59 am

      Wah, jadi punya saingan ya Pak si Putri sudah mengenal internet,

      • Agustus 28, 2010 pukul 4:14 am

        Saya yang mengenalkannya pak, tapi untuk dirumah saja, dan begitu ol dia langsung buka blog kang guru

  38. Agustus 27, 2010 pukul 3:33 am

    untung kita tidak bisa mendengar gelombang ultrasonik ya?kalo bisa pasti dunia ini bising sekali🙂

  39. Agustus 27, 2010 pukul 3:10 am

    entah kenapa kita bisa menebak suara dari arah mana seja. depan belakang kiri kanan.

    • Agustus 27, 2010 pukul 3:42 am

      Yang jelas karena otak kita normal, sehingga bisa menterjemahkan sinyal yang dikirim melalui saluran sel-sel saraf.

  40. Agustus 27, 2010 pukul 1:54 am

    Assalaamu’alaikum Kang Guru

    Apa khabar ?
    Saya suka membaca postingan mas Teguh tentang indera pendengaran. Setelah memahami apa yang disampaikan, ternyata saya dalam kalangan yang harus berhati-hati kerana saya suka mendengar lagu atau berita dan lain-lain dengan earphone bagi menikmatinya dengan lebih jelas tanpa gangguan bunyi luar.

    Harap selepas ini, akan mengurangkan kadar bunyi yang difikirkan sesuai untuk pendengaran sendiri bagi menggelak kesan di kemudian hari.

    Terima kasih mas keran banyak berbagi ilmu yang sangat bermanfaat ini. Salam mesra dari saya di Sarawak.😀

    • Agustus 27, 2010 pukul 3:50 am

      Iya Bunda, kita memang harus berhati-hati untuk memelihara kesehatan telinga, terima kasih Bunda telah berkunjung kembali.

  41. Agustus 26, 2010 pukul 6:40 pm

    walah ko reviewnya malah baru kliatan, tadi ga ada hehe..mff pak guru
    hmm tepat sekali memang kita dianjurkan tidak boleh sembarangan dalam membersihkan telinga tanpa alat² yang dianjurkan karena bisa fatal akibatnya, ya to pak guru?
    Sukses Slalu!

  42. Agustus 26, 2010 pukul 6:35 pm

    loh pak guru ko tumben yang pelajaran kali ini ga ada review seperti biasane to
    nanti kalo ujian saya ga tau gimana hehe..
    Sukses Slalu!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: