Beranda > Uncategorized > Mengenal Anatomi Hati

Mengenal Anatomi Hati

Assalamualaikum War. Wab.
Alhamdulillah,….akhirnya masih bisa bertemu lagi dengan adik-adik peserta didik setelah begitu lama kang guru tidak menambah posting. Mohon maaf bagi para pengunjung yang ternyata setelah bolak-balik di blog kang guru masih saja ketemu dengan bahasan Otak. Hehe….

Oke,….setelah pada postingan terdahulu kita belajar tentang anatomi otak,….kali ini yuk kita belajar tentang anatomi hati.

Apa itu Hati ?….

Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh,  berwarna kemerah-merahan dan diposisikan di bagian kanan atas rongga perut, tepatnya di bawah diafragma. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Hati juga bertindak sebagai mesin tubuh, dapur, penyaring, pengolah makanan, pembuangan sampah, dan malaikat pelindung.

Di samping itu Hati juga menyimpan beberapa vitamin, mineral (termasuk zat besi), dan gula, mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta ekskresi kolesterol. Empedu yang dihasilkan oleh sel hati membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting. Juga menetralkan dan menghancurkan substansi beracun serta proses metabolisme alkohol, membantu menghambat infeksi, dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah. Tampak jelas, hati bukan hanya teman yang pendiam, tetapi juga sahabat baik.

Adik-adik, hati yang sehat juga bisa menyaring racun dan melakukan proses detoksifikasi secara optimal. Bila hati sakit, otomatis racun bakal tertumpuk dan tubuh akan rentan terkena penyakit serius, salah satunya adalah sirosis. Hati juga mendetoksifikasi dengan menetralkan racun dari obat-obatan, meski tidak semua obat berhasil didetoksifikasi hati. Bila tidak berhasil, bisa menimbulkan gangguan fungsi hati. Di satu sisi, bila terjadi gangguan dan membuat sebagian organ hati mesti dibuang, organ sisanya masih dapat berfungsi. Hati merupakan organ yang menopang kelangsungan hidup hampir seluruh organ lain di dalam tubuh. Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati tersebut, tidak lain dilakukan oleh hepatosit.

Adik-adik apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar hati kita tidak sakit?

Tentu saja perlu kepedulian kita supaya hati terjaga, tetap sehat dan bebas dari penyakit. Untuk memperoleh kondisi itu, kita harus menganut diet sehat, olahraga teratur, mendapat udara bersih, dan menghindari hal-hal yang dapat merusak hati. Untuk itulah, kesehatan organ hati mesti dijaga.

Ketika seorang anak manusia (bayi)  masih dalam kandungan seorang ibu, hatinya berperan sebagai organ utama dalam pembentukan darah. Dan ketika tumbuh menjadi seorang manusia, maka fungsi pokok hati adalah menyaring dan mendetoksifikasi segala sesuatu yang dimakan, dihirup, dan diserap melalui kulit. Ia menjadi pembangkit tenaga kimia internal, mengubah zat gizi makanan menjadi otot, energi, hormon, faktor pembekuan darah, dan kekebalan tubuh. Subhanallah. Maha besar Allah dengan segala ciptaan Nya

Oleh karena lokasi yang sangat strategis dan fungsi multi-dimensional tersebut, maka hati menjadi sangat rentan terhadap datangnya berbagai penyakit. Hati akan merespon berbagai penyakit tersebut dengan meradang, yang disebut hepatitis.

Adik-adik peserta didik , Kalau saja penyakit hati yang datang pada kita adalah hati sebagai organ tubuh yang disebabkan oleh virus, kita masih bisa mengobatinya melalui perantara seorang dokter, meskipun yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah. Lalu bagaimana bila penyakit hati yang datang ke kita bukan hati sebagai organ tubuh, melainkan hati sebagai qolb (kalbu), dimana gejalanya adalah ketika seseorang menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Sesungguhnya Allah berfirman:
Katakanlah: Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh.

Nah, ….adik-adik peserta didik, marilah kita pelajari anatomi hati kita, kita lawan musuh yang menyebabkan penyakit hati kita baik hati secara fisik sebagai organ tubuh kita  maupun hati sebagai qolb yaitu tempat bertarungnya pengaruh kebaikan dan kejahatan yang bersarang dalam diri setiap manusia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga hati secara utuh, orang-orang yang mampu memanage hati secara tertib, dan orang-orang yang selalu memperlakukan hati secara bijaksana. Amin. Amin

Untuk yang koneksinya lemout, mohon bersabar …..
Untuk download klik kanan disini kemudian simpan di komputer Anda.

Referensi :
1. Kamus Visual Indonesia – Inggris.
2. Seri Pustaka sains, Tubuh Kita.
3. Beberapa sumber di Internet.
4. Teguh Sasmito, CD Interaktif  Anatomi hati untuk mahasiswa keperawatan, 2006

Kategori:Uncategorized
  1. Oktober 20, 2015 pukul 2:27 am

    Makasih pak , dah sharing ilmu

  2. Juni 6, 2014 pukul 3:02 pm

    Link exchange is nothing else except it is only placing the other person’s
    webpage link on your page at appropriate place and other person will also do same in support of you.

  3. April 19, 2014 pukul 6:52 am

    Hi there! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out
    and tell you I genuinely enjoy reading through your blog posts.
    Can you recommend any other blogs/websites/forums that cover the
    same subjects? Many thanks!

  4. Alfi
    Maret 20, 2012 pukul 4:28 am

    Subhanallah, sangat bermanfaat Pak.. Bisa untuk menambah bahan presentasi saya.. Terimakasih

  5. Agustus 8, 2011 pukul 4:03 pm

    The heart of your writing whilst sounding reasonable initially, did not really sit perfectly with me after some time. Somewhere within the sentences you were able to make me a believer but just for a while. I however have a problem with your jumps in assumptions and one would do nicely to help fill in those breaks. In the event that you actually can accomplish that, I would certainly end up being impressed.

  6. Januari 26, 2011 pukul 4:12 am

    saya ingin nanya, karena saya kurang tidur dan tidurpun kebanyakan di siang hari, lama kelamaan ada sakit di bagian dada, namun saya juga kurang tau pasti apakah itu di bagian hati atau bukan.
    apakah kurangnya tidur berpengaruh kepada hati.

  7. Desember 28, 2010 pukul 9:22 am

    Selamat siang, kunjungan pertama saya.. Kalau jatuh cinta pakai hati juga ya?

    • Januari 26, 2011 pukul 4:53 am

      Bukan hanya cuma hati mbak, duwit juga perlu, hehe….

  8. Desember 25, 2010 pukul 5:36 pm

    Jadi harus hati-hati ya Pak. Salam balik dari Bogor.

    • Januari 26, 2011 pukul 4:53 am

      Iya Pak, betul…..dimanapun kita memang harus hati-hati.

  9. Desember 1, 2010 pukul 9:25 am

    Semoga bapak selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa
    Kapan ya saya bisa buat media pembelajaran interaktif seperti bapak

    • Desember 2, 2010 pukul 5:47 am

      Terima kasih doanya Pak. Semoga bapak juga demikian. Salam dari pekalongan selalu

  10. Oktober 23, 2010 pukul 4:31 pm

    Salam kenal bapak…Assalamualaikum……, artikel2 bapak luar biasa….sangat membantu dalam melaksanakan/menyelesaikan tugas dan sangat memberikan inspirasi aktifitas saya….,Maaf bapak seligus minta izin copy dan link di blog saya…….terima kasih….matur suwun……

    • Oktober 23, 2010 pukul 5:38 pm

      Salam kenal kembali, terima kasih telah berkunjung….dan silakan copy and pastenya.

  11. Oktober 21, 2010 pukul 3:28 am

    Menarik sekali tulisannya Pak Guru. Kedua hati ini, hati yang merupakan organ tubuh dan hati dalam arti qalb, harus kita jaga agar tetap dalam kondisi baik. Dengan demikian kita akan sehat secara fisikal dan spiritual.

    Mudah-mudahan saya bisa menjadi peserta didik yang baik di sini.
    Terima kasih banyak.

    Salam.

    • Oktober 21, 2010 pukul 12:52 pm

      Terima kasih Pak Aziz, begitu pula semoga saya dan sobat-sobat blog yang bershabat disini menjadi orang-orang yang senantiasa dijaga hatinya oleh Allah. amin

  12. Oktober 20, 2010 pukul 2:38 am

    amin..makasi,pak teguh buat postingannya. Jadi tau ni, dulu waktu di kandungan tenyata hati yang paling berperan.🙂 .

    mari kita jaga hati sepesrti yang dibilang Aa Gym.hehehe

  13. Oktober 16, 2010 pukul 4:53 pm

    mantap sekali pak guru, sepertinya orang yang buta akan hal ini, jika membaca artikel bapak. pasti bisa memiliki gambaran =)

    • Oktober 16, 2010 pukul 4:57 pm

      Alhamdulillah, terima kasih pak, semoga begitu. salam persahabatan selalu dari pekalongan

  14. Oktober 16, 2010 pukul 3:06 pm

    pak, kenapa kita sering salah kaparah menulis bahasa inggris. bahasa inggris hati itu heart atau liver sih pak?
    fungsi hati menyariong makanan yang beracun benar-benar mirip dengan hati manusia untuk membdedakan yang benar dan salah.

    • Oktober 16, 2010 pukul 4:52 pm

      Pak heart itu jantung sedangkan liver itu hati, jadi berbeda antara jantung dengan hati.

  15. Oktober 15, 2010 pukul 4:13 pm

    Assalaamu’alaikum Kang Guru…
    Adik hadir masuk kelas malam ini. Wah.. sudah seminggu kelasnya mula. Adik telat lagi kang guru. Maafkan adik kerana selalu lambat kerana sibuk dengan tugasan yang diberikan. senang dapat kembali menelaah ilmu dengan Kang Guru.

    Bahasan hati ya… hati-hati adalah terhasil dari hati supaya kita selalu berhati-hati menjaga hati. Wah… kok bisa bicara hati dan hati-hati berulang2. hehehe… adik sendiri binggung nih.

    Alhamdulillah, adik sangat terkesan dengan bahasan hati di atas. kalau mahu sihat dan selamat hidup, harus menjaga hati dengan baik. Ia umpama engin kedua sesudah jantung. Semoga kita selalu sihat untuk selalu dapat menunaikan ibadah kepada Allah SWT.

    Berilah hati kita dengan makanan rohani yang sihat agar kita juga sihat jasmani. Hati akan mati apabila tidak berhasrat kepada ilmu pengetahuan. Terima kasih Kang guru. selamat untuk hatinya dan berhati-hati di jalan raya ketika memandu ya. Senang dapat berbicara lagi dengan Mas Teguh, Kang Guruku.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Oktober 16, 2010 pukul 12:24 am

      Terima kasih Sekali Bunda, tidak ada kata terlambat bagi kang guru untuk sekedar menambah ilmu. Semakin banyak ilmu maka ilmu tersebut yang akan menjaga kita termasuk hati kita, tetapi semakin banyak harta justru kita yang akan menjaga harta itu dan bisa-bisa kita terlena dengan kemampuan bisa membeli apa saja termasuk jenis makanan yang kita inginkan, akhirnya hati justru menjadi rusak.Salam persahabtan selalu dari kotak Pekalongan.

  16. Oktober 14, 2010 pukul 11:20 am

    Terlalu lama duduk dan tidak minum air putih, bisa menyebabkan kerusakan pada hati juga yaw pak…
    Mesti pintar-pintar juga nie merawat hati biar tetap sehat…

    • Oktober 15, 2010 pukul 1:38 am

      Benar sekali Pak,….yang penting jangan sampai meninggalkan air putih setiap saat, kapan saja dan dimana saja. salam persahabatan selalu dari pekalongan

  17. guslo
    Oktober 14, 2010 pukul 9:42 am

    Setelah “otak” kini “hati”. postingan yang menarik. Orang yang mengandalkan kemampuan “otak” tapi tidak memiliki “hati” bisa keblinger. Smoga ada sinkronisasi antara “otak” & “hati”, sehingga lahir generasi yang memiliki pribadi yang kuat. Bukan hanya mengejar target lulusan UAN 100% tapi juga lulusan yang ber “hati”

    • Oktober 15, 2010 pukul 1:37 am

      Setuju sekali,…..semoga tidak hanya mengandalkan kemampuan otak saja, tetapi juga menghasilkan insan yang memiliki hati yang bening.

  18. Oktober 14, 2010 pukul 3:18 am

    Wah, ada yang baru lagi… Terima kasih untuk usahanya untuk memajukan pendidikan Indonesia Pak.😀

    • Oktober 15, 2010 pukul 1:36 am

      Mudah-mudahan begitu, terima kasih kembali dan salam persahabtan selalu dari pekalongan

  19. Oktober 13, 2010 pukul 10:51 pm

    kenapa tiap datang kesini saya merasa seperti masih SMA? jadi berasa muda, keinget waktu belajar tiap malam dulu…

    selamat pagi pak guru…

    • Oktober 14, 2010 pukul 2:07 am

      haaaa,….datannglah terus kalau begitu mbah,..biar selalu terasa muda,. salam dari pekalongan.

  20. Oktober 13, 2010 pukul 2:24 pm

    maaf pak terlambat berkunjung, ini lagi mumet memilih tema untuk rumah yang baru,
    betul kata bapak pada paragraf akhir, sakit hati itu dapat mempengaruhi jasmani manusia.misal panasnya api bisa langsung disiram dengan air, tapi kalau panasnya hati hanya kita sendiri yang dapat menyiram dengan iman dan taqwa kepada Allah swt. padahal hati itu selembut air yang disaring bahkan lebih lembut lagi katanyaaaaaaa…..
    salam rahayu

    • Oktober 13, 2010 pukul 2:42 pm

      Terima kasih Ki. Semoga cepat menemukan pilihan untuk tema rumah barunya, salam dari pekalongan.

  21. Oktober 13, 2010 pukul 12:22 pm

    Selamat malam pak guru…
    bertambah lagi koleksi materi saya pak …
    izin untuk mendownloadnya pak …
    selamat malam.

    • Oktober 13, 2010 pukul 12:41 pm

      Silakan pak. Terima kasih juga semoga bermanfaat.

  22. Oktober 12, 2010 pukul 5:37 pm

    Assalaamu`alaikum bapak
    kalau hati itu kondisinya tidak seperti akal dan fikiran, kenapa selalu aja orang kata bahawa hati itu perlu dijaga dan bersih dari segala kejahatan? kan batil kalau kita katakan bahawa hati itu juga mempunyai perasaan? Maafkan saya pak, saya hanya berfikir dari secara logik, minta dukungan daripada mereka yang bijak dalam hal ini.

    Salam manis dari Malaysia

    • Oktober 14, 2010 pukul 2:08 am

      Wa’alaikum salam Mama. Semga mama sekeluarga selalu dalam LindunganNya, diberi hati yang lapang, sabar, dan yang penting sehat. salam selalu dari pekalongan.

  23. Oktober 12, 2010 pukul 12:56 pm

    Hati-hati dengan hati kita, kalo dah sakit biaya perawatannya mahal banget.

    • Oktober 12, 2010 pukul 1:32 pm

      Setuju Pak, kalau mahal mau hutang juga akhirnya makan hati….

  24. Usup Supriyadi
    Oktober 12, 2010 pukul 10:25 am

    dan hati pun harus selalu diperhatikan…

    thank’s pak…

    • Oktober 12, 2010 pukul 10:57 am

      Tanks kembali ustadz,…salam persahabatan selalu dari kota pekalongan

  25. Oktober 11, 2010 pukul 3:42 pm

    kalau mengeras sangat berbahaya pak, baik hati betulan maupun hati qolbu. Bagaimana menjaga kelembutannya ya ?

    • Oktober 11, 2010 pukul 4:06 pm

      Kalau melembut baru kita jaga kelembutannya Pak, kalau megeras ya kita lembutkan dulu…hehe

  26. Prima
    Oktober 11, 2010 pukul 3:27 pm

    Tanpa sengaja saya temukan sebuah blog yang benar-benar mendidik, salut sekali kang guru. Kalau boleh tahu, ada tidak yang menggunakan bahasa Inggris soalnya anak saya sekolah di RSBI. salam kenal juga

    • Oktober 11, 2010 pukul 3:36 pm

      Terima kasih telah berkunjung. mohon maaf untuk yang berbahasa inggris saya tidak buat, bukan karena tidak bisa tapi soal-soal di ujian nasioanl maupun UMPTN juga tidak pakai bahasa inggris. Namun kalau menginginkan media yang berbahasa inggris sudah banyak sekali di internet dan langsung dibuat oleh orang luar, jadi lebih bagus. salam kenal kembali dari pekalongan.

  27. Oktober 11, 2010 pukul 2:00 pm

    Saya baru tahu ada situs lokal semacam ini. Informasi yang menarik dan mendidik. Terima kasih.

    Mengenai efektifitas pembelajar dengan media semacam ini, apa sudah terbukti perbedaannya berpengaruh secara signifikan?

    • Oktober 11, 2010 pukul 2:49 pm

      Wow, pertanyaan menarik tentu saja. Penggunaan IT untuk pembelajaran di Indonesia tentu tidak lepas adopsi dari hasil penelitian dari Luar (baca : negara maju) yang telah benar-benar dilakukan secara ilmiah dan bertanggung jawab. Media pembelajaran semacam ini hanya sebagai salah satu alat bantu guru, jadi bukan sebagai pengganti guru. Jika dengan media yang dibuat menjadikan siswa tidak menarik, ya tidak perlu menggunakan media, bila dengan ceramah siswa lebih tertarik dan menerima pesan yang disampaikan guru, kenapa tidak dengan ceramah saja.Tetapi saya yakin betul bila media itu dibuat oleh guru sendiri dan dikemas sesuai dengan karakteristik anak didiknya dengan proses pembuatan yang tidak asal-asalan, artinya media itu dibuat bukan karena ada bantuan biaya untuk membuat,yang akhirnya ramai-ramai semua membuat, atau untuk kepentingan pemenuhan portofolio sertifikasi guru, atau untuk syarat kenaikan pangkat, karena disuruh oleh kepala sekolahnya. Kalau seperti ini ya akhirnya hanya latah ….latah….dan latah. Biaya besar telah dikeluarkan oleh pemerintah, produknya asal buat sebagai syarat pemenuhan laporan, ujung-ujungnya tentu hasilnya tidak maksimal, bukan memudahkan siswa untuk belajar tetapi kembali lagi ke habitat semula dengan metode catat bahan sampai habis, mengerjakan LKS, dll. Jadi Kesimpulannya,.. Semua tergantung dari niat. sekali lagi NIAT. Masalah pro dan kontra terhadap kebijakan pembelajaran berbasis IT masih dinilai dari suka atau tidak suka, bisa atau tidak bisa, iri atau tidak iri, mampu atau tidak mampu membuat, gengsi atau tidak gengsi. Jadi bukan pada menarik atau tidak menarik, sebab penelitian yang dilakukan oleh negara maju sudah jelas signifikan pengaruhnya terhadap pebmelajaran.
      Mas …. Kalau Thomas Alva Edison mengatakan bahwa kawat yang dialiri arus akan bisa menyalakan lampu bolam,….lalu di negara kita ketika kawat dialiri arus litrik tidak bisa menyalakan lampu, jangan salahkan lampunya, apalagi kawatnya, tetapi siapa yang merangkai, siapa yang menyalakan ? ….

  28. Red
    Oktober 11, 2010 pukul 7:55 am

    artikelnya bagus pak. tahun 2005 dulu saya pernah dioperasi liver. sedikit banyak saya akhirnya jadi mengenal organ kita yg satu ini.

    • Oktober 11, 2010 pukul 12:12 pm

      Yang penting sekarang sudah sembuh ya pak. semoga tidak akan ketemu lagi untuk penyakit yang menyerang organ dalam, dan Allah selalu menjaga kita semua dari segala penyakit yang menyerang organ tubuh kita. Sebaliknya kita selalu berusaha untuk menjaganya. Salam pesahabatan selalu dari kota Pekalongan.

  29. Oktober 11, 2010 pukul 2:43 am

    kalau sakit hati ditinggal kekasih?

    • Oktober 11, 2010 pukul 3:03 am

      Apa untungnya sakit hati ? nanati justru akan tambah parah bila kekasihnya justru mendapat kekasih baru yang lebih cantik, lebih kaya, apalagi sahabat sendiri yang jadi kekasih.

  30. Oktober 11, 2010 pukul 12:53 am

    Terima kasih Pak, terima kasih tauladannya.

    • Oktober 11, 2010 pukul 12:55 am

      Terima kasih kembali bu, terima kasih kunjungannya.

  31. Oktober 11, 2010 pukul 12:28 am

    dengan mengenal anatomi hati tentunya kita jadi mengenal fungsi dan kegunaan hati tersebut..mmhh…postingan mantaf pak..

    • Oktober 11, 2010 pukul 12:54 am

      Mudah-mudahan kita semua bisa menjaga hati ya Pak, baik hati sebagai organ tubuh maupun hati sebagai qolb

  32. Oktober 10, 2010 pukul 6:39 pm

    hati buruk kehidupanpun jadi buruk..
    hatinya jelek usianyapun semakin berkurang..hati hati dengan hati😀

    salam

    • Oktober 10, 2010 pukul 10:51 pm

      Jagalah hati jangan dinodai…..jagalah hati jangan dikotori….jagalah hati jangan dikotomi.

  33. Oktober 10, 2010 pukul 6:28 pm

    Sesuatu yang paling penting di organ tubuh kita, dan yang paling sering disebut sebut oleh para bijak, adalah hati. Terimakasih Pak Guru, ingatan saya akan hati jadi segar kembali setelah membaca ini;

    • Oktober 10, 2010 pukul 10:53 pm

      Ingatan segar akan membuat hati juga segar, hehe…..terima kasih telah berkunjung

  34. Oktober 10, 2010 pukul 3:52 pm

    Saya telah mendownload beberapa materi disini lalu saya praktekkan untuk mengajar beberapa anak didik. Alhamdulillah, mereka makin tertarik belajar biologi. Saya tunggu artikel berikutnya Pak. Terima kasih.

    • Oktober 10, 2010 pukul 5:45 pm

      Mudah-mudahan kebiasaan anak untuk bermain playstations bergeser ke permainan yang mendidik ya pak. Terima kasih telah mendownload, semoga bermanfaat.

  35. ok
    Oktober 10, 2010 pukul 7:39 am

    ini baru belajar lewat internet, mantab pak😀
    dimanakah letak hati?seinget saya bukan didada tapi diperut sebelah patung selamat datang klo ga salah tuh hehehehe…*ngaco :P* disebelah kiri perut ya pak? tapi kenapa kalo orang sakit ‘hati’ megangnya dada ya bukan perut?

    • Oktober 10, 2010 pukul 10:33 am

      Kalau pegangnya perut nanti dikira lapar mbak…hehe.
      Emangnya ada orang tahu hatinya sakit ? paling-paling dadanya yang sakit, meskipun setelah dicek ternyata paru-parunya, ginjalnya, atau hatinya.
      Nah kalau sakit hatinya karena disakiti oranng lain (bukan hati sebagai organ), tetapi yang dimaksud adalah hati sebagai Qolb (kalbu) atau perasaan itu berbeda lagi. Kalau sudah urusan persaan biasa yang diusap bagian dada ke bawah, habis kalau yang dipegang kepala dikira pusing mikiran utang. hehe

  36. Oktober 10, 2010 pukul 2:12 am

    Saya baru tahu ternyata hati termasuk jenis kelenjar juga.
    Orang awam kadang mengidentikkan hati dengan aspek perasaan.
    Apakah benar ada hubungan antara organ hati dengan aspek perasaan dan keyakinan seseorang?
    Jika Bapak berkenan, saya sedang membutuhkan informasi tentang penyakit kista di kalangan perempuan.
    Terima kasih

    • Oktober 10, 2010 pukul 3:48 am

      Wah pertanyaan sulit sekali Pak. sebelum ini saya posting saya sempat bertanya kepada teman, apa yang harus saya jawab bila ada yang coment tentang hubungan antara hati dengan persaan. tetapi saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti.
      menurut saya hati sebagai organ tubuh berbeda dengan hati sebagai Qolb (kalbu. Hati sebagai organ jelas bisa dilihat dengan mata telanjang sementara hati sebagai qolb tidak seorangpun bisa melihatnya. biasanya kepada peserta didik saya hanya menganalogi untuk menjelaskan keduanya berdasarkan fungsi hati itu sendiri, “salah satu fungsi hati adalah untuk menyerap sari makanan yg kemudian diolah dan “dilarutkan” lewat darah untuk didistribusikan keseluruh tubuh. Jika hatinya sakit, maka seluruh tubuh pasti akan terkena dampaknya. Bila peredaran darah seseorang tidak lancar maka pasti ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh, jika makanan yang dimakan adalah sesuatu yang dilarang (haram) maka darah akan mengedarkan ke seluruh tubuh dan berakibat pula pada ketidakseimbangan tubuh yang berakibat qolb (perasaan)yang kurang nyaman.
      Menurut Hadist Riwayat Bukhari Muslim dikatakan : “Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka seluruh jasad menjadi baik, tetapi jika ia rusak maka seluruh jasad akan menjadi rusak, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati”.
      Mohon maaf Pak, mungkin tidak memuaskan jawaban saya,…
      tentang penyakit kista terlalu sedikit yang saya ketahui, tetapi beberapa artikel yang berhubungan dengan itu banyak sekali, misalnya :

      1. http://samsul-arifin.math.web.id/2007/12/30/info-penting-penyakit-kista/
      2. http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/kista.htm
      3. http://astaqauliyah.com/2010/05/diagnosis-dan-penatalaksanaan-penyakit-kista-ovarium/
      4. http://plosorejo.wordpress.com/2009/04/21/penyakit-kista-pada-wanita/
      dsb.

  37. Oktober 10, 2010 pukul 1:06 am

    postingan yang mencerahkan
    mengingatkan kita akan pentingnya mengenal raja
    dan raja itu adalah hati

  38. Oktober 10, 2010 pukul 12:40 am

    salam makasih sekali artikel yang bagus dan sangat di mengerti ini + wawasan yang ok punya ….jagalah hati jangan …nodai .

    salam semangat kembali pak

    • Oktober 10, 2010 pukul 1:22 am

      Setuju Sekali Pak Doel, sedikit saja hati ternoda, penyakit yang akan menyeragnya. Salam kembali dari pekalongan

  39. Oktober 10, 2010 pukul 12:40 am

    setelah membaca artikel anatomi ini, sy mesti meralat ungkapan klasik yg sering sy gunakan utk merayu kekasih hati : engkau adalah jantung hatiku…🙂

    • Oktober 10, 2010 pukul 1:26 am

      Kenapa harus diralat Kyaine ? kita memang perlu mengasihi siapapun kekasih kita dengan hati bukan pikiran, sebab pikiran bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar melalui pendengaran dan penglihatan yang berakibat peningkatan detak jantung yang tidak teratur.

  40. Oktober 9, 2010 pukul 11:14 pm

    Belajar dgn anatomi spt ini akan lebih memudahkan siswa dalam belajar, biasanya lebih mudah diingat, sy pun ikut mendonlot Kang…

    • Oktober 10, 2010 pukul 1:28 am

      Dengan senang hati sobat, adalah suatu kebahagiaan tersendiri apabila media ini bisa bermanfaat.

  41. Oktober 9, 2010 pukul 10:56 pm

    Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga hati secara utuh, orang-orang yang mampu memanage hati secara tertib, dan orang-orang yang selalu memperlakukan hati secara bijaksana.
    ———————————————-

    Saya suka quote nya di atas.
    Kita memang harus bisa menjaga hati, baik secara fisik (agar bisa berfungsi menyaring racun dari tubuh), juga hati dalam arti pikiran kita, perasaan kita….

    • Oktober 10, 2010 pukul 1:29 am

      Terima kasih Ibu,…mudah-mudahan begitu. Salam persahabatan selalu dari kota batik Pekalongan.

  42. Oktober 9, 2010 pukul 5:10 pm

    hati??? … hati-hati dengan hati … dan jangan main hati …
    maksudnya, jangan bermain hati dengan minum minuman keras, merokok, narkoba, dan sejenisnya … hehe
    terima kasih, kang guru, atas pembelajarannya …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

    • Oktober 9, 2010 pukul 5:12 pm

      Setuju Denuzz,…..main hati memang harus hati-hati….

  43. Oktober 9, 2010 pukul 3:32 pm

    wah terimakasih banyak sekali ni atas pembelajarannya….
    hati itu sangat penting sekali bagi kita…
    tapi kira-kira kalau obat sakit hati apa ya…di sakiti sama orang lain gitu Pak Guru…he..he..he…

    • Oktober 9, 2010 pukul 4:32 pm

      Obat sakit hati ? hehe
      semua penyakit sebelum diobati pasti akan didiagnosa apa penyebabnya, begitu pula dengan sakit hati.
      Apa yang menyebabkan sakit hati ? Kenapa harus sakit hati ? Pantaskah kita sakit hati ? Apa untungnya ?
      Nah kalau sudah ada jawabannya tentu obatnya kita sendiri yang bisa menyembuhkannya bukan orang lain, apalagi dokter.
      Biasanya kalau kita sakit hati akan bertambah parah sakitnya bila orang yang membuat kita sakit hati tersebut berhasil, makin kaya, naik pangkat, makin terkenal, disanjung banyak orang, dan lain-lain sementara kita biasa-biasa saja,… maka sakit hatinya akan menular ke penyakit lain yaitu iri hati, fitnah, dengki, dan lain-lain.Nah siapa yang rugi ? Kita tidak akan bisa berbuat apa-apa, tidak akan punya prestasi apa-apa, karena setiap hari hanya membicarakan orang yang itu, sementara yang dibicarakan tidak pernah tahu. Itu artinya sama saja kita mengajak bicara sama penyiar TV,….sia-sia. makanya kalau bisa hindari sakit hati, sekali lagi sia-sia…..

  44. Oktober 9, 2010 pukul 3:28 pm

    Artikelnya bagus, Pak Teguh
    jadi yang lagi “sakit hati” racunnya banyak di tubuh..hehe

    • Oktober 9, 2010 pukul 4:11 pm

      Sebenarnya semua penyakit asalnya dari pelayanan terhadap tubuh kita sendiri Pak, bagaimana kita bisa melayani kebutuhan tubuh secara seimbang.

  45. Oktober 9, 2010 pukul 2:03 pm

    wah, materi ini sangat tepat diintegrasikan dengan pendidikan karakter, pak sas. sungguh luar biasa dampaknya buat anak2 didik kita. semoga dengan hati yang berkarakter, kelak mereka menjadi generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kecerdasan hati dan emosi.

    • Oktober 9, 2010 pukul 4:10 pm

      Alhamdulillah, mudah-mudahan begitu Pak. Semoga tujuan pendidikan Indonesia dengan program pendidikan berkarakter akan menghasilkan generasi yang santun. Amin

  46. Oktober 9, 2010 pukul 1:54 pm

    begitu kompleksnya strukyur hati, menandakan betapa hebatnya ciptaan Sang Maha Kuasa

    • Oktober 9, 2010 pukul 5:34 pm

      Betul sekali Pak Iwan, makanya kita harus pandai-pandai menjaganya.

  47. Oktober 9, 2010 pukul 11:47 am

    Hati-hati menjaga hati ya, Pak….🙂

    • Oktober 9, 2010 pukul 12:32 pm

      Betul Pendar,..kalau hatinya sehat pasti deh hati-hati…

  48. Oktober 9, 2010 pukul 11:41 am

    Makasih Pak artikelnya ,,dan selamat berliburan alias weekend 😀

  49. Dangstars
    Oktober 9, 2010 pukul 11:37 am

    Setuju Pak Guru dengan moment ini kita lawan musuh yang menyebabkan penyakit hati kita baik hati secara fisik sebagai organ tubuh kita maupun hati sebagai qolb yaitu tempat bertarungnya pengaruh kebaikan dan kejahatan yang bersarang dalam diri setiap manusia.

  50. Oktober 9, 2010 pukul 10:56 am

    Wah pelajaran yang mantap nich kang Guru, Hati, ia hati memang mempunyai banyak makna “Makan Hati”, sakit Hati, berhati besar, murah hati, tinggi hati, dsbnya begitu banyak sehingga kita harus hati-hati menggunakan hati…belajar dulu kang Guru

    • Oktober 9, 2010 pukul 12:34 pm

      Setuju Bli,..belajar hati dulu biar nanti tambah hati-hati hehe…

  51. Oktober 9, 2010 pukul 6:47 am

    bagus bgt nich postingannya bener2 mendidik sob…………….jadi nambah ilmu nich…makasih sob

    • Oktober 9, 2010 pukul 6:49 am

      Makasih kembali sob,. salam pershabatan selalu dari pekalongan

  52. Oktober 9, 2010 pukul 5:52 am

    Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman.

    ————————————————————————————
    Saya setuju sekali pak Guru…
    Dengan kedalaman iman , maka hati kita akan terasa tenang…dan sehat tentunya…

    • Oktober 9, 2010 pukul 6:51 am

      Betul Pak, kalau hati kita tenang, makan apa saja juga enak.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: